Pertemuan yang direncanakan sebentar itu tak kan pernah benar-benar singkat,
pasalnya waktu tak pernah cukup untuk mengakhiri cerita kita,
akhirnya sepanjang apapun waktu yang kita habiskan itu, selalu saja terasa lebih singkat.
Padahal waktu itu sama panjangnya yang kita pakai untuk menunggu lama pertemuan seperti ini.
Tapi itu pula mengapa, pertemuan ini selalu kita nikmati, tak pernah bosan pula.
Dan saat waktu harus mengakhiri,
hanya akan menegaskan betapa kita rindu pada pertemuan berikutnya.
Kalkulasi waktu yang kita ternyata relatif terhadap rasa. Terhadap apa yang kita rasai menarik, waktu akan terasa singkat. Dan terhadap apa yang kita rasai tidak menyenangkan, maka waktu yang singkat pun akan jadi sangat lama. Dan rasa terhadap waktu ini yang membuat para pejalan itu terus berjalan atau berhenti, atau malah mundur. Lelah karena ketidaksabaran terhadap waktu yang terasa panjang. Bagi yang menikmati perjalanan itu, waktu terasa singkat saja. Maka sebenarnya, kebosanan kebosanan kita itu, kelelahan kita yang panjang itu, bisa kita obati dengan merefleksi ini. Menikmati perjalanan, adalah alasan mengapa para pejalan itu tetap bugar ceria hingga di titik akhir.