Minggu, 09 Februari 2014

Kerepotan Modernisasi

Saya boleh anda sebut kuno.
Tapi saya memang kadang risih dengan produk-produk modern yang ada.
Apatah lagi untuk menggunakannya saya harus mengorbankan kenyamanan saya yang sudah terbiasa dengan produk yang kuno.
Pernah sekali di toilet bandara Soeta, yang modern itu, kenyamanan saya benar-benar terganggu.
Saya sungguh tidak terbiasa dengan toilet yang serba otomatis, hanya dengan memutar keran, selang akan otomatis keluar dan menyemburkan air, tak ada bak air, apalagi gayungnya.
Saya selalu merasa nyaman dengan toilet yang biasa biasa saja, ada bak airnya, ada gayungnya, bukan serba otomatis.
Awalnya saya percaya bahwa barang-barang masa kini itu dibuat untuk memudahkan manusia, namun faktanya bagi saya tidak demikian, sebab, beradaptasi terhadap ketidaknyamanan pribadi itu bukanlah sesuatu yang mudah.
Modernisasi telah menunjukkan hasil efektifitas dan efisiensi kerja, tapi seringkali tak sukses dalam hal humanis. 
Benda benda modern itu acap kali lahir tanpa membawa nilai, maka di tengah padatnya modernisasi, kita kekosongan nilai.
Bagi saya, nilai itu asasi, maka seharunya dalam modernisasi nilai itu selalu lahir bersama dengan lahirnya benda benda modern itu.
Modernisasi yang melupakan nilai benar benar akan menjadikan kerepotan kelak, betapa repotnya hidup tanpa nilai, sungguh.