Jumat, 22 November 2013

Kebakaran dan Tabiat Kita

Dari kecil kita diajarkan kalau pintu adalah tempat masuk sekaligus keluar yang resmi. Maka tak heran kalau kebakaran banyak orang terjebak dan berdesakan untuk keluar lewat pintu. Mengapa tak mencoba keluar lewat jendela, memecanhkan kaca, melompat turun? Kita tidak diajarkan bahwa pada situasi tertentu, pintu bukan merupakan tempat keluar satu satunya, atau jendela sebagai alternatif tempat keluar yang lain.
Kita terjebak pada pola yang terlalu formal, dan celakanya sering kali melupakan hal yang lebih asasi daripada sekadar formalitas belaka. para guru, dosen mengajar hanya sebagai sebuah formalitas, akan mengesampingkan sebuah makna besar sebuah proses pendidikan. karyawan juga begitu, bekerja hanya sebatas tugas atau target, lupa bahwa mungkin mereka bisa melakukan sesuatu yang jauh lebih baik dan menjadikan mereka luar biasa.