Jumat, 08 November 2013

Tentang Wanita

Ku ceriatakan padamu tentang wajah yang menyejukkan
Garis urat wajahnya seperti tertulis kata cinta
Makanya aku tak jemuketika menatapnya
Lihatlah senyumnya, meneduhkan teman,
Teduh tapi menguatkan
Suatu ketika ku melihatnya pipinya basah, pasti ada sesuatu
Tapi ia enggan bercerita, hanya tampak ketulusan 
Dan kau tahu, kawan?
Ketika ia berkata dia mencintaiku, serasa akan kuserahkan semua apa yang kupunya saat ini
Ku balas saja, "Akan ku lakukan apa saja yang kau pinta semampuku".
Tapi ia membalas, "Cukup kau jadi baik untuk orang di dekat dekapmu".
teman, aku lupa mengenalkan dia.
Dia Ibuku. . . . . . .